Call Us : +62 811 922 2138

info@jppskinlaserclinic.com

Kulit Berminyak Saat Puasa? Ini 5 Penyebab dan Cara Menyeimbangkannya

Ditinjau oleh :

Picture of dr. Meiny L. Setiawan, M.Biomed(AAM)
dr. Meiny L. Setiawan, M.Biomed(AAM)

Dokter estetika dan anti-aging berpengalaman lebih dari 25 tahun, serta Master Trainer di REJURAN® Indonesia Academy. Beliau dikenal sebagai praktisi laser dan menjabat sebagai Head Doctor di JPP Skin Laser Clinic.

Kulit berminyak saat puasa bukan sekadar masalah dehidrasi. Kurang tidur, perubahan hormon, hingga pola makan bisa memperparahnya. Kenali penyebabnya dan cara menyeimbangkan kulit agar tetap sehat dan glowing selama Ramadan.

Banyak yang tidak sadar, kulit berminyak saat puasa bukan semata soal kulit yang “kebanyakan minyak.” Ada alasan biologis yang lebih dalam di baliknya, dan jawabannya mungkin mengejutkan Anda.

Selama Ramadan, tubuh mengalami perubahan besar: jam tidur bergeser, asupan cairan berkurang, dan hormon stres bisa melonjak tanpa disadari. Semua faktor ini, secara bersamaan, mendorong kulit untuk memproduksi minyak berlebih sebagai bentuk respons alami.

Menariknya, solusinya bukan dengan “mengeringkan” kulit, melainkan dengan menyeimbangkannya.

Dalam artikel ini, Anda akan mengetahui apa saja penyebab utama oily fasting skin dan langkah nyata yang bisa dilakukan untuk menjaga kulit tetap sehat dan seimbang selama puasa.

5 Rahasia di Balik Kulit Berminyak Saat Puasa yang Jarang Diketahui

Kulit berminyak saat puasa sering dianggap wajar, lalu dibiarkan begitu saja. Padahal, ada sejumlah faktor spesifik yang bekerja di balik layar dan membuat produksi minyak kulit meningkat drastis selama Ramadan. Kenali lima penyebabnya agar penanganannya lebih tepat sasaran.

1. Kurang Tidur Membuat Produksi Sebum Naik Tak Terkendali

Selama Ramadan, pola tidur berubah total. Sahur dini hari, salat tarawih hingga malam, lalu tidur terlambat membuat durasi istirahat berkurang signifikan. Yang tidak banyak orang sadari, kekurangan tidur secara langsung memengaruhi kondisi kulit.

Saat tubuh kelelahan, kadar kortisol atau hormon stres meningkat. Kortisol inilah yang kemudian memberi sinyal kepada kelenjar sebaceous untuk memproduksi lebih banyak sebum. Itulah mengapa wajah terasa lebih berminyak bahkan di hari-hari yang tidak terlalu padat aktivitas.

2. Dehidrasi Justru Memicu Minyak Berlebih

Ini bagian yang paling sering disalahpahami. Banyak yang mengira kulit akan “lebih kering” saat berpuasa karena minimnya asupan cairan. Kenyataannya, justru sebaliknya.

Ketika kulit kekurangan hidrasi dari dalam, ia akan mengaktifkan mekanisme pertahanan alaminya dengan memproduksi lebih banyak minyak untuk mengimbangi kelembapan yang hilang. Kondisi oily fasting skin yang Anda rasakan bisa jadi bukan tanda kulit berminyak berlebihan, melainkan tanda kulit yang sedang kehausan.

3. Lonjakan Kortisol Akibat Perubahan Rutinitas

Puasa tidak hanya mengubah jadwal makan. Seluruh ritme harian ikut bergeser, dan perubahan mendadak ini menjadi pemicu stres tersendiri bagi tubuh. Kadar kortisol pun meningkat sebagai respons alami.

Kortisol yang tinggi dalam jangka waktu tertentu terbukti mendorong produksi minyak berlebih pada kulit. Jika dibiarkan tanpa penanganan yang tepat, kondisi ini bisa berlanjut ke munculnya jerawat dan kulit yang tampak kusam sepanjang bulan puasa.

4. Pilihan Makanan Saat Sahur dan Buka Puasa

Menu sahur dan buka puasa berperan besar dalam kondisi kulit selama Ramadan. Gorengan, makanan tinggi lemak, minuman manis, dan karbohidrat olahan yang sering hadir di meja makan ternyata berkontribusi langsung pada peningkatan produksi minyak kulit.

Makanan dengan indeks glikemik tinggi memicu lonjakan insulin yang kemudian merangsang kelenjar minyak bekerja lebih keras. Alhasil, kulit yang sebenarnya sudah dalam kondisi tidak seimbang akibat puasa menjadi semakin reaktif.

5. Over-Cleansing: Niat Baik yang Keliru 

Reaksi pertama saat wajah terasa berminyak biasanya adalah mencuci muka lebih sering. Masuk akal secara logika, tetapi justru kontraproduktif secara dermatologis.

Mencuci wajah terlalu sering merusak skin barrier dan menghilangkan minyak alami yang sebenarnya dibutuhkan kulit. Sebagai respons, kelenjar sebaceous akan memproduksi minyak lebih banyak untuk menggantikan yang hilang. Alih-alih kulit bersih, yang terjadi justru siklus minyak berlebih yang terus berulang.

6 Cara Menyeimbangkan Kulit Berminyak Selama Puasa

Setelah memahami apa saja yang memicu kulit berminyak saat puasa, langkah berikutnya adalah mengetahui cara mengatasinya dengan benar. Bukan sekadar menyerap minyak di permukaan, tetapi benar-benar mengembalikan keseimbangan kulit dari dalam dan luar.

1. Prinsip Balancing, Bukan Menghilangkan Minyak

Pendekatan pertama yang perlu diubah adalah mindset. Kulit berminyak tidak butuh dikeringkan, ia butuh diseimbangkan.

Menggunakan produk yang terlalu keras atau agresif justru memicu efek oil rebound, kondisi di mana kulit memproduksi lebih banyak minyak sebagai reaksi atas hilangnya minyak alami secara berlebihan. Kuncinya adalah menjaga kelembapan kulit tetap stabil agar kelenjar sebaceous tidak bekerja terlalu keras.

2. Pilih Cleanser yang Gentle, Bukan yang Berbusa Keras

Salah satu kesalahan paling umum adalah memilih facial wash berbusa tebal dengan asumsi kulit jadi lebih bersih. Padahal, busa yang terlalu banyak seringkali mengandung bahan yang justru mengikis minyak alami kulit secara berlebihan.

Selama puasa, sensitivitas kulit cenderung meningkat. Pilih cleanser berformula creamy atau hydrating yang membersihkan tanpa merusak skin barrier. Kulit yang bersih belum tentu kulit yang kering, dan di sinilah perbedaannya terasa.

3. Moisturizer Tetap Wajib, Meski Kulit Terasa Berminyak

Ini mungkin terdengar berlawanan dengan intuisi, tetapi moisturizer adalah langkah yang tidak boleh dilewati, bahkan untuk kulit berminyak sekalipun.

Seperti yang sudah dibahas, kulit bisa mengalami kekeringan di lapisan bawah permukaan akibat dehidrasi selama puasa, sementara lapisan luarnya justru tampak berminyak. Moisturizer berbahan dasar air atau water-based membantu mengisi kekosongan kelembapan itu tanpa menambah lapisan minyak di permukaan. Hasilnya, kulit terasa lebih plump, kenyal, dan produksi minyak pun lebih terkontrol.

4. Perbaiki Jam Tidur Semampunya

Memperbaiki kualitas tidur adalah salah satu langkah perawatan kulit yang paling efektif dan paling sering diabaikan. Selama Ramadan, memang tidak realistis untuk tidur delapan jam penuh. Namun, tidur siang singkat setelah sahur bisa menjadi solusi untuk mencukupi total jam istirahat. Semakin tubuh beristirahat dengan cukup, semakin terkontrol kadar kortisol, dan semakin stabil produksi sebum kulit.

5. Hidrasi dari Dalam: Strategi Minum Air Antara Buka Puasa dan Sahur

Dehidrasi adalah salah satu pemicu utama oily fasting skin, dan solusi paling langsungnya adalah memastikan tubuh mendapat cukup cairan di jam-jam yang tersedia.

Targetkan setidaknya delapan hingga sepuluh gelas air putih antara waktu berbuka hingga sahur. Bagi jadwal minumnya secara merata agar tubuh tidak kelebihan cairan sekaligus di satu waktu. Hindari minuman berkafein seperti kopi dan teh berlebihan karena bersifat diuretik dan justru mempercepat kehilangan cairan tubuh.

6. Perawatan Profesional dengan Hydro Facial Premium untuk Deep Balancing

Perawatan mandiri di rumah memang penting, tetapi ada kalanya kulit membutuhkan penanganan yang lebih mendalam, terutama saat ketidakseimbangan sudah berlangsung cukup lama selama bulan puasa.

Hydro Facial Premium adalah salah satu pilihan treatment profesional yang relevan untuk kondisi ini. Perawatan ini bekerja dalam beberapa tahap: membersihkan pori secara menyeluruh, mengangkat sel kulit mati, sekaligus menginfus hidrasi intensif langsung ke dalam lapisan kulit. Hasilnya bukan sekadar kulit yang tampak bersih sesaat, melainkan kulit yang benar-benar lebih seimbang, pori lebih rapi, dan skin barrier yang lebih kuat untuk menghadapi sisa hari-hari puasa.

Seimbangkan Kulit Berminyak Selama Puasa Bersama JPP Skin Laser Clinic

Kulit berminyak saat puasa bukan kondisi yang harus diterima begitu saja. Akar masalah kondisi ini bisa datang dari berbagai arah: kurang tidur, dehidrasi, lonjakan kortisol, hingga kebiasaan perawatan yang tanpa sadar memperparah kondisi kulit.

Perawatan mandiri di rumah adalah langkah awal yang baik. Namun, untuk hasil yang lebih optimal dan menyeluruh, kulit Anda layak mendapatkan penanganan profesional.

Hydro Facial Premium di JPP Skin Laser Clinic hadir sebagai solusi deep balancing yang bekerja dari dalam: membersihkan pori secara menyeluruh, mengangkat sel kulit mati, dan menginfus hidrasi intensif sekaligus dalam satu sesi perawatan. Tepat untuk kulit yang kehilangan keseimbangannya selama bulan puasa.

Seimbangkan kulit berminyak selama puasa mulai sekarang. Kunjungi JPP Skin Laser Clinic dan konsultasikan kondisi kulit Anda bersama tim ahli kami.

Referensi 1 2 3

 

 

 

Share this :