Article

Deodorant VS Antiperspirant, Mana Lebih Baik?

Banyak orang yang menggunakan deodorant untuk mengatasi masalah ketiak dan bakteri penyebab bau badan. Namun, ada produk lain yang sebenarnya lebih efektif ketimbang deodorant, yaitu antiperspirant. Kedua produk tersebut kerap dianggap sama, padahal memiliki fungsi yang berbeda.

Apa Perbedaan Deodorant dan Antiperspirant?

1. Deodorant masuk golongan kosmetik, antiperspirant adalah obat

Perbedaan yang paling signifikan antara deodorant dan antiperspirant adalah klasifikasi produknya. Deodorant termasuk sebagai produk kosmetik, sementara antiperspirant terklasifikasi sebagai obat. Artinya, produksi dan penggunaan antiperspirant harus mematuhi kebijakan dan prosedur lembaga pengawasan obat suatu negara. Salah satu contohnya adalah kewajiban untuk mencantumkan tanggal kadaluarsa pada label kemasan.

2. Cara kerja‌ produk

Deodorant memberikan dua jenis perlindungan terhadap bau tubuh. Pertama, produk ini memiliki sifat antimikroba yang bertujuan untuk mengurangi jumlah bakteri yang dapat menyebabkan bau tidak sedap. Kedua, deodorant juga mengandung wewangian yang digunakan untuk menyamarkan bau tubuh.

Di sisi lain, antiperspirant berfungsi dengan cara yang berbeda. Produk ini bekerja dengan menghambat kelenjar ekrin yang bertanggung jawab untuk menghasilkan keringat.

3. Kontrol keringat

Deodorant tidak memiliki bahan aktif yang dapat mencegah keringat. Sementara itu, antiperspirant membantu mencegah keringat. Salah satunya karena senyawa ini mengandung aluminium sebagai bahan aktif. Mengingat antiperspirant memiliki bahan aktif untuk membantu mencegah keringat, produk ini dapat menjadi rekomendasi bagi anak remaja yang mengalami pubertas.

4. Menutup atau membuka pori-pori

Deodorant bekerja tidak menyumbat pori-pori, sehingga tidak mengurangi produksi keringat. Inilah yang membuat sebagian orang merasa ketiaknya basah saat menggunakan produk anti bau badan ini. Sedangkan produk perawatan tubuh seperti antiperspirant memang bekerja menutup pori-pori sehingga membatasi produksi keluarnya keringat.

Baca juga : 3 Cara Mengatasi Ketiak Hitam

Jadi, Mana Lebih Baik?

Jawabannya adalah, sesuaikan dengan kebutuhan tubuh masing-masing. Jika masalah yang dihadapi adalah ketiak berbau tidak sedap, kamu bisa memilih deodorant untuk mengatasinya. Sedangkan untuk mengurangi keringat berlebih, kamu bisa memilih antiperspirant. Antiperspirant juga disarankan untuk kamu yang sering beraktivitas di luar ruangan. Deodorant berfungsi melindungi dari bau, sedangkan antiperspirant melindungi dari keringat dan bau. Deodorant akan membantu kamu tetap segar sepanjang hari, sedangkan antiperspirant lebih kepada kontrol keringat.

Itulah perbedaan antara deodorant dan antiperspirant. Terkait penggunaannya, kamu bisa sesuaikan dengan kebutuhan tubuh masing-masing. Selain menggunakan produk anti bau badan tersebut, pentingnya menjaga kebersihan tubuh kamu serta menggunakan pakaian yang nyaman dan bersih untuk mencegah. Kamu juga bisa melakukan perawat lainnya seperti perawatan laser yang dapat mengurangi produksi keringat berlebih dan bulu ketiak. Untuk informasi lebih lengkap bisa langsung datang di JPP Klinik yang ada di kota anda.

Baca juga : https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/33644863/