Article - JPP Skin Laser Clinic

Tips Perawatan Kulit Wajah Berdasarkan Usia

Kulit merupakan organ terluar tubuh yang mengalami perubahan seiring dengan pertambahan usia. Oleh karena itu, penting bagi setiap individu untuk merawat kulit mereka sesuai dengan usia agar tetap sehat dan tampak cantik. Berikut ini adalah beberapa tips perawatan kulit berdasarkan usia yang dapat membantu menjaga kulit kamu dalam kondisi optimal.

1. Usia 20-an:

Di usia ini, kulit biasanya masih memproduksi kolagen dan elastin dalam jumlah yang optimal, memberikan penampilan yang kencang dan elastis. Namun, masalah umum yang sering terjadi adalah jerawat yang disebabkan oleh karena fluktuasi hormon dan peningkatan aktivitas kelenjar minyak.

Oleh sebab itu, langkah awal untuk perawatan kulit sangat penting. Fokus pada kebersihan kulit, penggunaan tabir surya, dan kelembapan. Hindari paparan sinar matahari berlebihan dan perhatikan kebersihan wajah agar pori-pori tetap bersih. Pilihan perawatan lainnya :

Aqua Derma Facial : Perawatan Facial Teknologi Canggih, untuk meremajakan kulit, membersihkan kotoran dan sel kulit mati, serta menutrisi kulit sehingga kulit menjadi sehat dan cerah.

Laser and Light, perawatan menggunakan sinar laser yang dapat mengurangi produksi minyak berlebih, membunuh kuman penyebab jerawat, dan membantu menghilangkan bekas jerawat.

Chemical Peeling, perawatan yang bekerja dengan cara mengangkat sel-sel kulit mati yang dapat membuat wajah yang sebelumnya kusam dan berjerawat menjadi tampak segar serta bersih.

2. Usia 30-an:

Pada usia ini, produksi kolagen dan elastin mulai menurun, yang mengakibatkan kerutan dan kehilangan elastisitas kulit. Banyak wanita cenderung memiliki anak dalam fase ini, dan kehamilan dapat menyebabkan melasma, yang disebabkan oleh perubahan hormonal pada tubuh. Gunakan produk perawatan yang mengandung antioksidan untuk melawan tanda-tanda penuaan dini. Rutin menggunakan pelembap dan produk anti-aging yang bisa membantu menjaga elastisitas kulit. Pilihan perawatan lainnya :

Laser and Light, dapat mengatasi masalah hiperpigmentasi, seperti melasma. Selain itu, laser dapat memperbaiki tekstur kulit dengan merangsang produksi kolagen pada lapisan kulit.

Skin Quality Treatment, seperti suntik DNA Salmon dan Profhilo, bisa menjadi solusi yang efektif untuk dipertimbangkan. Perawatan dengan minimal invasif ini dapat mengurangi garis halus, melembabkan, dan membuat kulit tampak lebih glowing.

Botox, merupakan perawatan anti penuaan yang bekerja dengan cara merelaksasikan otot yang menyebabkan kerutan dan garis halus. Sehingga kulit akan tampak lebih halus dan kencang.

Baca juga : 3 Masalah Kulit Memasuki Usia 30

3. Usia 40-an:

Pada tahap ini, tanda-tanda penuaan semakin terlihat, seperti hiperpigmentasi (bintik cokelat), kerutan menjadi lebih dalam di sekitar dahi, mata, mulut dan lipatan nasolabial. Kehilangan kolagen dan elastin dapat menyebabkan penurunan volume di sekitar wajah dan menciptakan penampilan kulit menjadi kendur dan rahang yang tidak tegas.

Perawatan anti-aging menjadi semakin penting di usia ini. Pilih produk yang mengandung bahan-bahan seperti retinol, asam hialuronat, dan peptida untuk membantu merangsang produksi kolagen dan meningkatkan kekenyalan kulit. Pilihan perawatan lainnya :

HIFU, merupakan perawatan pengencangan kulit yang menggunakan energi ultrasound untuk memicu produksi kolagen, mengencangkan kulit kendur di wajah dan leher, sehingga meningkatkan definisi garis rahang.

Sylfirm X, perawatan menggunakan Radio Frequency (RF) microneedle yang dapat mengatasi berbagai permasalahan kulit, seperti memudarkan flek, memperbaiki warna dan tekstur kulit.

4. Usia 50-an ke atas:

Kulit pada usia ini mulai mengalami penipisan dan kehilangan volume sehingga menyebabkan penampilan wajah lebih cekung dan kendur. Produk perawatan dengan kandungan pelembap intensif dan bahan-bahan seperti niacinamide atau ceramides dapat membantu menjaga kelembapan dan mengurangi penampilan kerutan. Pilihan perawatan lainnya :

Collagen Stimulator, merupakan perawatan dengan menyuntikan bahan utama gel Calcium Hydroxyapetite yang efektif membantu menstimulasi kolagen baru secara alami dan bertanggung jawab atas kekuatan dan elastisitas kulit. Perawatan ini juga dapat membantu mengurangi kerutan halus dan lipatan nasolabial, sehingga wajah terlihat lebih muda dan segar.

Profhilo, perawatan yang memasukan Hyaluronic Acid (HA) dengan konsentrasi tinggi ke dalam lapisan kulit untuk menstimulasi produksi kolagen serta elastin yang dapat menjaga kekencangan kulit dan memberikan kelembapan pada kulit dari dalam.

Laser and Light, tetap menjadi pilihan yang efektif untuk mengatasi masalah pigmentasi.

5. Umur Berapapun:

Tidak peduli berapa usia mu, perlindungan terhadap sinar matahari tetap penting. Penggunaan tabir surya dengan SPF yang sesuai dengan aktivitas sehari-hari kamu adalah langkah kunci dalam melindungi kulit dari kerusakan akibat sinar UV.

Baca juga : Panduan Memakai Sunscreen yang Tepat

Selain itu, gaya hidup sehat seperti makan makanan bergizi, cukup tidur, dan menghindari stres berlebihan juga memiliki dampak positif pada kesehatan dan penampilan kulit. Jangan lupa untuk memilih produk perawatan kulit yang sesuai dengan jenis kulitmu dan selalu konsultasikan dengan dokter kulit jika kamu memiliki masalah khusus atau ingin melakukan perawatan yang lebih intensif.

Dengan merawat kulit berdasarkan usia, kamu dapat membantu menjaga kulit tetap sehat, bercahaya, dan cantik. Ingatlah bahwa setiap individu memiliki kebutuhan perawatan yang berbeda. Seiring bertambahnya masalah kulit pada setiap usia, maka kombinasi treatment akan memberikan hasil yang lebih baik. Jadi pastikan untuk selalu memperhatikan keadaan kulit kamu terhadap produk dan perawatan yang akan kamu gunakan.

Baca juga : https://e-journal.unair.ac.id/BIKK/article/view/22622

Mengenal Rejuran Healer: Perawatan menggunakan DNA Salmon

Penuaan adalah proses alami yang terjadi seiring bertambahnya usia. Kondisi ini dipengaruhi oleh dua faktor. Pertama adalah faktor internal, yang dipengaruhi oleh usia, gen, maupun hormon. Lalu yang kedua adalah faktor eksternal yang dipengaruhi oleh paparan sinar matahari, polusi, waktu tidur yang kurang, hingga gaya hidup yang tidak sehat. Kedua faktor inilah yang akan membuat sel dan jaringan di dalam kulit menjadi rusak sehingga produksi kolagen serta elastin pun ikut berkurang. Untungnya, dengan adanya perkembangan teknologi dalam dunia kecantikan, kita menemukan solusi yang bisa membantu memperlambat proses penuaan serta dapat meremajakan kulit. Salah satu solusi terbaru yang banyak diminati adalah Rejuran Healer, perawatan inovatif dengan menggunakan DNA salmon.

Apa itu Rejuran Healer?

Rejuran adalah sebuah perawatan peremajaan kulit yang mengandung molekul biologis yang disebut polinukleotida (PN) terdiri dari setidaknya 13 nukleotida, yaitu unit dasar pembentuk DNA. Jenis DNA yang digunakan berasal dari ekstrak DNA sel reproduksi spesies ikan salmon yang telah dimurnikan. Perawatan ini dikembangkan di Korea dan kini telah menjadi tren di banyak negara, termasuk Indonesia.

Komponen Utama :

  • Polinukleotida (PN) merupakan rantai panjang nukleotida, yaitu unit struktural dasar pembentuk DNA. PN yang digunakan diekstraksi dari DNA salmon. DNA salmon dipilih karena kemampuannya yang tinggi dalam meregenerasi sel kulit, meningkatkan kekuatan dan elastisitas kulit, memperbaiki kulit yang rusak, serta memiliki struktur DNA yang paling mirip dengan DNA manusia.

Jenis-jenis Rejuran :

  • – Rejuran Healer: Jenis ini yang paling umum digunakan untuk peremajaan dan penyembuhan kulit secara keseluruhan. Dengan memiliki tingkat kekentalan (viskositas) yang sedang, dapat membantu memperbaiki tekstur dan elastisitas kulit, serta mengurangi garis halus.
  • – Rejuran I: Memiliki viskositas yang lebih rendah. Dirancang khusus untuk area mata dengan menargetkan kerutan halus, mencerahkan area bawah mata yang lebih gelap dan meningkatkan hidrasi di sekitar mata.
  • – Rejuran S: Dengan viskositas yang lebih tinggi, dapat membantu dalam penyembuhan bekas luka atau bopeng yang lebih dalam.

Cara Kerja :

Rejuran Healer bekerja dengan cara menyuntikan ekstrak DNA Salmon ke dalam kulit. DNA Salmon yang disuntikan ini bekerja dengan cara merangsang aktivitas fibroblas dan menstimulasi produksi kolagen alami tubuh, yang berperan menjaga kekencangan dan elastisitas kulit. Meskipun menggunakan teknik injeksi, prosedur ini minim rasa sakit dan risiko. Dalam waktu singkat, kamu bisa mendapatkan kulit yang lebih muda dan cerah.

Selain itu, DNA Salmon memberikan efek regenerasi kulit yang baik, yang mengarah pada perbaikan tekstur kulit dan pengurangan garis halus serta kerutan. Rejuran Healer juga memiliki efek anti inflamasi, yang membantu mengurangi peradangan dan kemerahan pada kulit. Oleh sebab itu, produk ini cocok untuk kulit sensitif atau yang rentan terhadap iritasi.

Dengan cara kerjanya yang unik dan efektif, Rejuran Healer membantu memperbaiki kondisi kulit dari dalam sehingga memberikan hasil yang tampak alami.

Apakah Manfaat Rejuran Healer?

1. Memperbaiki warna dan tekstur kulit

2. Meningkatkan Elastisitas Kulit

3. Menghidrasi Kulit

4. Mempercepat penyembuhan dan bekas luka

5. Sebagai anti inflamasi, dengan mengurangi peradangan dan kemerahan

Baca juga : Lagi ngetren, apa sih manfaat DNA Salom untuk kulit?

Biasanya dokter akan merekomendasikan minimal 3-4 kali dengan jarak 4 minggu, untuk mendapatkan hasil yang maksimal dan signifikan. Konsultasikan masalah kulit kamu dan dapatkan perawatan ini di JPP Skin Laser Klinik yang ada di kota kamu.

Mengenal Jam Tidur Ideal untuk Mencegah Penuaan Dini

Ingin terlihat lebih cantik tanpa menguras kantong bukan hal yang mustahil, kok. Hanya dengan menerapkan pola hidup yang sehat, seperti tidur cukup setiap malam, kamu juga bisa membuat penampilanmu terlihat lebih menawan. Menurut penelitian, tidur yang cukup pada malam hari bisa membuat kulit terlihat lebih muda dan sehat. Oleh karena itu, pentingnya mengenal jam tidur ideal sehingga dapat mencegah penuaan dini.

Bukan rahasia lagi kalau waktu tidur di malam hari merupakan momen krusial karena tubuh memasuki fase perbaikan. Dalam tahap ini, tubuh akan melakukan perbaikan atas kerusakan sel yang terjadi selama beraktivitas di siang hari agar bisa kembali menjalani berbagai kegiatan keesokan harinya. Waktu tidur berperan penting untuk menjaga kulit yang terlihat sehat dan cerah berseri. Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar regenerasi sel kulit di malam hari bisa bekerja dengan maksimal agar terbangun dengan kulit yang lebih glowing di pagi hari. Apa saja sih?

Kerusakan Sel Rentan dihadapi Kulit Saat Siang Hari

Saat beraktivitas di siang hari, kulit mengalami berbagai paparan yang bisa memicu kerusakan. Misalnya saja radiasi sinar ultraviolet atau UV, paparan debu, kotoran, dan polusi yang dapat menyebabkan kerusakan sel kulit menjadi hal yang rentan dihadapi sehari-hari. Oleh karena itu, penting untuk selalu memakai sunscreen setiap hari terutama kamu yang sering beraktivitas di luar ruangan.

Baca juga : Panduan Memakai Sunscreen yang Tepat

Jam Tidur Ideal

Mengingat malam hari merupakan momentum kulit melakukan regenerasi dengan maksimal, jadi penting mengenali jam tidur ideal seperti apa yang direkomendasikan agar dapat mengoptimalkan proses tersebut.

Menurut Dr. Joshua Zeichner seorang Clinical Research di Mount Sinai Hospital, kekurangan tidur sangat rentan menyebabkan gangguan kesehatan pada kulit, misalnya peradangan pada kulit atau munculnya jerawat. Selain itu, kekurangan tidur juga dapat membuat kamu mengalami kondisi dehidrasi yang menyebabkan kulit akan terlihat kusam dan kering. Waktu tidur yang ideal adalah 7-9 jam/hari. Keseringan begadang sangat tidak baik untuk kesehatan kulit wajah.

Skincare malam yang dipakai juga tidak dapat bekerja secara maksimal. Tidur yang cukup dapat memperbaiki sel-sel kulit mati pada wajah. Perbaikan sel tersebut tidak akan terjadi apabila kulit wajah mengalami stress dan lelah akibat begadang, justru kondisi kulit wajah akan semakin memburuk, seperti timbulnya kantung mata bahkan jerawat.

3 Tips Tidur yang Berkualitas

1. Makan Dua Jam sebelum Tidur

    Pastikan kamu tidak makan berat sewaktu hendak tidur. Makan berat yang tidak ikuti dengan aktivitas fisik akan membuat tubuh sulit memproses makanan serta menyebabkan masalah pencernaan dan gangguan tidur. Jadi, pastikan makan terakhir dua jam sebelum tidur, ya.

    Selain itu, hindari mengonsumsi cokelat, kafein, dan alkohol, karena makanan dan minuman tersebut justru bisa membuatmu susah tidur.

    2. Hindari Penggunaan Gawai sebelum Tidur

    Mengutip penelitian dari Chronobiology International, cahaya biru dari ponsel, komputer, dan layar TV mengganggu ritme sirkadian, atau “jam tubuh”, yang kemudian akan menyebabkan tidur terganggu.

    Selain itu, menonton film, berdiskusi di media sosial, atau membalas email, semuanya membuat otak tetap waspada ketika kamu seharusnya bersantai untuk kemudian bisa segera tidur. Jadi, matikan gawai satu jam sebelum tidur dan lakukan sesuatu yang lebih santai sebelum tidur seperti membaca buku.

    3. Lakukan Perawatan Wajah sebelum Tidur

    Jika ingin terbangun dengan wajah yang segar, manjakan kulit wajah sebelum tidur. Bersihkan kulit secara menyeluruh dengan pembersih wajah, kemudian pakai rangkaian skincare sebelum tidur.

    Baca juga : Ritual Perawatan Sebelum Tidur

      Tips Menyimpan Skincare yang Benar

      Cara menyimpan skincare yang benar maupun cara menyimpan produk kecantikan lain dapat membuatnya menjadi lebih awet dan dapat memberikan manfaat yang optimal untuk merawat kesehatan kulit. Sebaliknya, cara penyimpanan yang tidak tepat, tidak hanya dapat menghilangkan khasiat dari skincare, namun juga dapat membawa pengaruh buruk bagi kulit. Berikut ini beberapa hal yang perlu kamu perhatikan dan lakukan saat menyimpan skincare atau menyimpan produk kecantikan.

      Cara Menyimpan Skincare yang Benar

      1. Perhatikan tanggal kadaluarsanya

      Sebelum membeli sejumlah produk skincare, pastikan kamu memperhatikan tanggal kadaluarsa produk pada kemasannya karena beberapa produk skincare hanya bertahan dalam waktu yang singkat. Jangan sampai skincare dengan harga yang cukup mahal akan kadaluarsa dalam waktu 1-2 bulan. Catat tanggal pembelian dan tanggal expired supaya lebih mudah diingat. Produk yang sudah kamu buka atau gunakan sebaiknya jangan disimpan terlalu lama, sebab produk sudah lagi tidak steril artinya sudah terkontaminasi dengan udara luar.

      Baca juga https://hellosehat.com/penyakit-kulit/perawatan-kulit/pakai-skin-care-kedaluwarsa/

      2. Hindari sinar matahari langsung

      Hampir semua produk skincare ataupun make up sangat sensitif dengan paparan sinar matahari, panas, perubahan suhu dan kelembapan. Jika produk ini diletakkan pada tempat yang mudah terjangkau matahari konsistensi dan kandungannya sendiri akan berubah sehingga produk jadi tidak efektif lagi bila digunakan pada wajah kamu. Sebaiknya simpan skincare pada suhu ruang yang lebih gelap seperti dibagian laci atau sebuah box khusus.

      Jangan meletakkan produk skincare di dalam mobil atau di dekat jendela kamar, selain dapat menurunkan efektifitasnya dan merubah teksturnya, sinar matahari langsung dapat mempercepat degradasi senyawa anti-penuaan. Terlebih pada produk yang mengandung bahan aktif seperti vitamin C dan Retinol yang dapat rusak dengan mudah jika terpapar langsung sinar matahari.

      3. Jauhkan dari lokasi yang rentan terkena air

      Tahukah kamu? Menyimpan skincare di kamar mandi sangat tidak disarankan, selain suhu kamar mandi yang lembab dan cenderung panas. Kondisi ini akan mempermudah perkembang biakan bakteri, sehingga zat aktif pada skincare malah menjadi buruk bahkan beberapa produk juga rentan terkena air. Beberapa produk yang tidak disarankan untuk penyimpanan di kamar mandi seperti kosmetik cair, pelembab wajah dan tubuh, kosmetik berbahan organik, dan scrub kulit.

      4. Jangan simpan lebih dari 3 bulan

      Ketika skincare telah dibuka, sebaiknya jangan biarkan disimpan lebih dari 3 bulan hal ini akan mengakibatkan peningkatan risiko tumbuhnya bakteri dan mikroorganisme lain yang masuk melalui jari tangan saat kamu mengoleskannya ke wajah. Beberapa produk skincare memiliki pH yang tidak stabil dan zat aktif dalam produk akan menjadi lebih kuat, seperti misalnya glycolic dan fruit acid. Akibatnya, kulit bisa jadi lebih rentan iritasi.

      5. Simpan dalam kulkas

      Penyimpanan pada kulkas juga dapat menangkal pertumbuhan bakteri dan menjaga produk skincare alami lebih awet. Beberapa produk yang bisa disimpan dalam kulkas seperti eye cream, serum, dan sheet mask. Metode ini dipercaya lebih efektif dan dapat meningkatkan kemampuannya skincare untuk mengurangi kantung mata.

      Selain itu suhu dingin kulkas tentunya dapat memperlambat proses penguraian dan membantu meningkatkan umur simpannya. Namun perlu diingat peletakan skincare pada kulkas yang kamu gunakan, tidak boleh disatukan dengan kulkas yang biasa diletakkan sayur mayur dan buah supaya kandungan baunya tetap terjaga.

      6. Pastikan Produk Bersih dan Tertutup Rapat

      Jika produk sudah dibuka, pastikan kamu menutup produk skincare dengan rapat dan aman sehingga bagian isi produk tidak keluar dari pinggirannya. Terlebih jika terdapat penutup tambahan pastikan jangan hilang. Kamu juga dapat mengusap dengan tisu atau kapas bagian skincare yang tumpah pada pinggirannya. Proses pengambilan skincare dengan jenis cream juga sebaiknya dilakukan dengan spatula supaya produk tetap bersih dan steril dengan kandungan yang sama.

      Baca juga Skincare Tidak Cocok, Apa Tandanya?

      Itu tadi beberapa cara menyimpan skincare yang bisa kamu ikuti. Penyimpanan yang tepat akan membuat produk kecantikan yang kamu pakai setiap harinya tetap aman dan terhindar dari infeksi serta iritasi kulit.

      Benarkah Konsumsi Gula Bisa Menyebabkan Penuaan Dini?

      Apakah kamu pencinta makanan manis? Banyak orang menyukai makanan atau minuman manis karena rasanya yang enak, sehingga mengonsumsinya bisa memperbaiki suasana hati. Gula sebenarnya tidak sepenuhnya buruk. Faktanya, gula adalah sumber energi dan juga terdapat dalam makanan sehat, seperti buah-buahan dan susu.

      Namun, banyak penelitian sudah menunjukkan bahwa konsumsi gula berlebih bisa berdampak buruk pada kesehatan. Menurut sebuah studi (2016) dalam jurnal Nutrients, sering mengonsumsi makanan manis dalam jumlah banyak dikaitkan dengan berbagai penyakit kronis, seperti obesitas, diabetes, dan penyakit kardiovaskular. Tidak hanya itu, ada satu lagi dampak buruk dari konsumsi gula berlebih, yaitu memicu terjadinya penuaan dini. Kok bisa? Simak ulasannya di sini.

      Hubungan Gula dan Penuaan Dini

      Menjadi tua adalah hal yang tidak terhindarkan dan pasti akan terjadi pada siapapun. Tapi bagaimana jika penuaan tersebut datang lebih cepat sebelum waktunya? Bisakah kita mencegah terjadinya penuaan dini?

      Baca juga : Kenali Tipe Kerutan Tanda Penuaan

      Seiring bertambahnya usia, kandungan air dan kolagen pada kulit akan berkurang sehingga kekenyalan dan kekencangan kulit menurun dan menyebabkan kerutan. Kolagen merupakan struktur utama protein di kulit yang penting dan bertanggung jawab terhadap kekenyalan dan kekencangan kulit dari dalam serta memberikan pancaran awet muda di luar. Asam amino yang penting dalam sintesis kolagen adalah prolin, lisin dan glisin. Kolagen diperoleh dari bahan makanan sumber protein dan antioksidan, seperti : kaldu tulang, daging ayam, ikan dan kerang, putih telur, buah sitrus, beri, tomat, kacang-kacangan dan biji-bijian, bawang putih serta sayuran hijau.

      Batas Konsumsi Gula per Hari

      Kebutuhan konsumsi gula menurut AHA pada pria adalah 37,5 gr atau 9 sendok teh per hari dan pada wanita sebanyak 25 gram atau 6 sendok teh per hari. Gula jika dikonsumsi melebihi kebutuhan tubuh, dapat merusak kolagen di kulit dan dapat mempercepat proses glikasi. Glikasi adalah proses dimana gula dalam darah akan merekatkan diri ke protein dan membentuk molekul baru yang berbahaya yang disebut advanced glycation end products (AGEs).

      AGEs ini akan merusak protein yang berada di sekitarnya seperti efek domino sehingga semakin banyak konsumsi gula maka akan semakin banyak kerusakan yang dapat terjadi terhadap protein yang membuat kulit kita tidak kencang. Glikasi menyebabkan kerusakan di kolagen, elastin dan serat protein yang menjaga kulit tetap kencang, halus dan bebas kerutan dari dalam. Saat protein tersebut rusak, maka kolagen dan serat elastin menjadi terpecah dan terputus satu sama lain serta menimbulkan garis halus, kerutan/keriput dan kulit kendur. Efek ini biasanya muncul pada usia 30 tahunan dan meningkat dengan cepat setelahnya.

      Kolagen yang terglikasi juga membentuk struktur menyilang sehingga membatasi proses perbaikan dan pemeliharaan alami dalam kulit. AGEs membuat enzim antioksidan alami tidak aktif, menjadikan kulit lebih rentan terhadap kerusakan akibat sinar matahari. Kulit yang rusak karena gula dapat diatasi dengan mendorong produksi kolagen di kulit dengan konsumsi makanan yang mengandung retinoids (vitamin A), seperti : hati sapi, ubi jalar, labu, sawi, wortel, paprika merah, bayam, mangga dan brokoli. Disamping dengan mengurangi konsumsi gula, melakukan pola makan rendah karbohidrat, lebih banyak konsumsi biji-bijian utuh atau nasi merah sehingga dapat mengurangi proses glikasi dan menghambat terjadinya penuaan dini.

      Pilihan Perawatan yang dapat Mencegah Penuaan Dini

      1. Laser and Light

      Baca juga : https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6188454/

      2. Skin Quality Treatment, seperti skin helaer, profhilo, nucleofil

      Baca juga : Profhilo VS Skin Booster, Bedanya?

      3. Hydrofacial

      Baca juga : Aqua Derma Facial : Perawatan Facial Teknologi Canggih

      Segera konsultasikan kondisi kulit mu dengan dokter kami yang ada di JPP Skin Laser Klinik dan dapatkan perawatan yang sesuai dengan masalah kulit yang sedang kamu hadapi.

      Sedang Tren : Penggunaan Acne Patch, Apakah Efektif?

      Penggunaan acne patch atau pimple patch sedang menjadi tren saat ini karena terbilang cukup praktis dan diketahui efektif untuk meredakan peradangan pada kulit akibat jerawat sehingga membuat semua orang tertarik untuk mencobanya. Tidak hanya praktis digunakan, tempelan jerawat ini juga tersedia dalam berbagai bentuk yang lucu, sehingga bisa tetap gaya saat dikenakan. Namun, sebenarnya seberapa efektif acne patch untuk meredakan jerawat? Berikut ulasannya.

      Jerawat adalah masalah kecantikan yang kerap dikeluhkan banyak orang. Tidak hanya mengurangi rasa percaya diri, nyatanya jerawat juga bisa menyebabkan stres hingga berdampak pada kesehatan mental, lho. Sebuah studi tahun 2016 menemukan bahwa 45 persen orang berjerawat mengalami fobia sosial, daripada dengan 18 persen orang tidak berjerawat. Nah, acne patch menjadi salah satu cara yang terbilang efektif untuk meredakan jerawat.

      Baca juga : 7 Jenis Jerawat dan Penanganannya

      Manfaat Acne Patch

      Acne patch berbentuk stiker berukuran kecil dengan bentuk dan warna yang beraneka ragam yang dapat ditempelkan langsung ke jerawat. Penggunaannya pada kulit yang berjerawat memiliki beberapa manfaat, yaitu:

      1. Mempercepat penyembuhan jerawat

      2. Melindungi jerawat dari paparan sinar matahari langsung atau riasan wajah, sehingga dapat membantu proses penyembuhan jerawat

      3. Menutupi jerawat, sehingga jerawat tidak terkontaminasi bakteri atau kotoran dari tangan yang dapat berpindah ketika menyentuh wajah

      4. Mengurangi keinginan untuk memencet jerawat

      Jenis Acne Patch dan Cara Kerjanya

      – Acne patch tanpa obat ( Non medicated patches)

      Jenis stiker jerawat ini mengandung hidrokoloid. Cara kerjanya adalah dengan menarik atau menyedot cairan yang ada di dalam jerawat, sehingga cairan tersebut bisa terangkat tanpa perlu memencet jerawat, dan jerawat pun bisa lebih cepat kering. Acne patch tanpa kandungan obat cocok digunakan untuk mengatasi komedo putih atau whiteheads.

      – Acne patch dengan obat ( Medicated patches)

      Selain mengandung hidrokoloid, jenis acne patch ini mengandung obat yang bisa membasmi bakteri penyebab jerawat, seperti asam salisilat, benzoil peroksida, atau tea tree oil. Bahan-bahan obat ini sudah terkandung di dalam patch. Tidak hanya membasmi, ketiga kandungan tersebut juga dapat mengurangi pembengkakan dan kemerahan pada jerawat, serta mencegah jerawat bertambah parah. Acne patch dengan kandungan obat biasanya ditujukan untuk mengatasi jerawat berbentuk papula, jerawat yang berisi nanah, dan jerawat berjenis nodul yang disebut juga jerawat batu.

      – Microneedling Acne Patch

      Microneedle acne patch pada dasarnya menerapkan konsep microneedling untuk meningkatkan efektivitas bahan aktif yang menargetkan masalah kulit tertentu, seperti jerawat atau hiperpigmentasi. Bedanya, bentuknya yang seperti plester jerawat akan lebih praktis dan bisa kamu gunakan sendiri di rumah. Dengan adanya jarum-jarum kecil yang halus atau self-dissolving “needles”, cara pakainya tentu akan sedikit berbeda dengan acne patch pada umumnya. Aplikasinya cukup sederhana, yakni kamu cukup menekannya sedikit lebih lama (15-30 detik) dibandingkan patch biasa untuk memastikan jarum-jarum halus tersebut permukaan kulit. Tusukan kecil tersebut akan membuat bahan aktif yang terkandung di dalamnya dapat bekerja di area kulit yang bermasalah.

      Berbagai merek skincare, baik lokal hingga internasional, mulai menghadirkan acne patch jenis ini. Namun, biasanya microneedle acne patch dirancang untuk mengatasi jerawat tanpa nanah (blind pimples) dan post-inflammatory hyperpigmentation. Blind pimple terjadi karena adanya peradangan di bawah kulit dan tidak memiliki nanah yang terlihat untuk diobati, sehingga jarum-jarum halus tersebut bisa melarutkan bahan aktif yang kuat dan langsung ke sumber jerawat yang tersembunyi. Bahan aktif utama dalam tambalan ini biasanya adalah salicylic acid, yang dapat membantu menghilangkan sel kulit mati dan sebum yang menyumbat pori-pori. Selain salicylic acid, kandungan aktif lainnya seperti yang juga umum ada pada microneedle acne patch adalah beta-glucans, hyaluronic acid, serta niacinamide.

      Dari ketiga jenis acne patch tersebut, yang paling banyak digunakan adalah jenis medicated dan non medicated acne patch.

      Baca juga : https://journals.innovareacademics.in/index.php/ijap/article/view/43812

      Kesalahan Memakai Acne Patch

      1. Tidak mengaplikasikannya pada kulit bersih dan kering

      Pastikan kamu memakai acne patch pada kulit yang bersih dan kering. Dengan begitu, tidak ada lagi kotoran atau cairan yang ikut menempel pada acne patch sehingga akan mempermudah proses penyembuhan jerawat.Selalu bersihkan wajah dengan benar untuk menghilangkan sebum, kotoran, atau sisa sunscreen dan makeup. Selain itu, pastikan tangan selalu bersih untuk menghindari bakteri masuk ke area jerawat.

      2. Salah urutan pemakaian

      Jika kamu menempelkan acne patch di atas skincare atau makeup, maka kandungan minyak pada produk-produk tersebut akan menyebabkan acne patch mudah lepas. Untuk itu, tempelkan acne patch setelah wajahmu dibersihkan, tetapi sebelum melakukan rutinitas skincare. Cara tersebut dapat memaksimalkan manfaat dari acne patch. Namun, kamu juga bisa menggunakan acne patch setelah memakai skincare asalkan kamu sudah membersihkan area jerawat dengan cotton bud terlebih dahulu untuk menghilangkan minyak berlebih pada wajah

      3. Mamakai acne patch terlalu lama

      Penggunaan acne patch minimal 6-8 jam, jangan lebih dari itu karena dapat menyebabkan iritasi pada kulit.

      Jadi, Apakah Acne Patch Efektif Mengatasi Jerawat?

      Dilansir dari Healthline dan Everyday Health, acne patch cukup efektif untuk menyembuhkan jerawat pada permukaan kulit yang tengah meradang. Acne patch bekerja dengan cara menyerap cairan dalam jerawat, baik nanah, komedo, maupun minyak berlebih. Jadi, acne patch dapat membantu mengeringkan jerawat pada permukaan kulit yang meradang. Meski demikian, tidak semua jenis jerawat bisa diatasi dengan produk ini. Umumnya, penggunaan acne patch dianjurkan bagi orang yang hanya memiliki 1 atau 2 jerawat di wajah. Jerawat yang banyak atau sudah tergolong parah, seperti jerawat kistik, tidak bisa dihilangkan hanya dengan acne patch.

      Selain itu, acne patch juga tidak dapat digunakan untuk mencegah munculnya jerawat maupun menghilangkan noda hitam atau luka bekas jerawat. Untuk menghilangkan bekas jerawat, kamu bisa mencoba cara lain, seperti melakukan perawatan laser, maupun chemical peeling.

      6 Cara Mudah dan Efektif Hilangkan Bibir Menghitam

      Setiap orang pastinya ingin memiliki bibir sehat dan merona. Namun, perubahan warna bibir, seperti bibir menjadi hitam, terkadang tidak dapat kamu hindari. Meski begitu, kamu bisa mencoba beberapa cara menghilangkan bibir menghitam.

      Ada beberapa kondisi yang bisa menjadi pemicu bibir hitam. Misalnya, keturunan atau genetik, kehamilan, perubahan hormon, iritasi maupun alergi terhadap produk kecantikan pada bibir. Selain itu, paparan sinar matahari terlalu lama, hingga kebiasaan buruk merokok juga menjadi penyebab bibir hitam. Sementara itu, pada beberapa kondisi yang jarang terjadi, bibir berubah warna seperti menghitam dapat terjadi karena penyakit atau kondisi medis tertentu. Misalnya, melasma atau kanker kulit melanoma pada bibir.

      Cara Mengatasi Bibir Hitam

      Tidak perlu minder kalau kamu punya bibir hitam. Kamu bisa melakukan beberapa cara menghilangkan bibir hitam berikut ini

      1. Gunakan Lip Balm dengan SPF

      Gunakan lip balm berkualitas baik yang mengandung bahan-bahan seperti shea butter, minyak almond, atau minyak jojoba. Oleskan secara rutin, terutama sebelum tidur dan setelah makan, untuk menjaga kelembaban bibir.

      Tidak hanya menggunakan pelembab bibir saja, namun menggunakan lip balm ber-SPF mampu membantu mencegah hiperpigmentasi, tanda-tanda penuaan di kulit sekitar bibir, serta kerusakan akibat sinar matahari.

      2. Hindari menjilat dan menggigit bibir

      Cara menghilangkan bibir hitam selanjutnya adalah menghindari kebiasaan menjilat dan menggigit bibir. Sebab, kebiasaan menjilat dan menggigit bibir dapat mengakibatkan bibir mudah kering, gatal, pecah, dan mengalami iritasi.

      3. Menghentikan Kebiasaan Merokok

      Merokok tidak hanya membuat keriput muncul pada sekitar wajah dan bibir, tetapi juga bisa membuat bibir terlihat hitam dan kering. Ini karena paparan nikotin berlebihan yang membuat tubuh menghasilkan melanin dalam jumlah yang lebih tinggi, termasuk pada area bibir.

      4. Mengurangi Konsumsi Minuman Berkafein

      Selain merokok, kebiasaan mengonsumsi minuman berkafein juga bisa menjadi penyebab bibir hitam. Itulah mengapa mengurangi konsumsi minuman berkafein, baik itu kopi ataupun teh, merupakan salah satu cara menghilangkan bibir hitam yang dinilai efektif.

      Pastikan tubuh kamu terhidrasi dengan minum cukup air setiap hari. Pada dasarnya, kebutuhan cairan tiap orang berbeda. Namun, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes) merekomendasikan orang dewasa minum 2 liter/hari.

      Baca juga : https://yankes.kemkes.go.id/view_artikel/579/tahukah-kamu-berapa-idealnya-jumlah-air-putih-yang-kita-minum-perhari

      5. Perawatan Laser and Light

      Laser bibir bekerja dengan menggunakan teknologi laser yang dapat merangsang pertumbuhan kolagen pada lapisan bibir, sehingga warna kulit bibir tampak lebih cerah. Perawatan menggunakan laser ini merupakan perawatan alternatif bagi mereka yang ini memperbaiki bentuk dan tekstur bibir tanpa menggunakan filler atau prosedur invasif lainnya. Prosesnya cepat, minum rasa sakit, dan memiliki waktu pemulihan yang singkat, sehingga menjadikannya pilihan populer untuk peremajaan bibir.

      6. Scrubbing Bibir dan Eksfoliasi

      Scrubbing bibir adalah proses mengangkat sel-sel kulit mati dari permukaan bibir dengan bantuan scrub bibir atau campuran bahan alami. Sedangkan eksfoliasi dapat membantu menjaga bibir tetap halus, merata, dan mencegah tumpukan kulit mati yang dapat membuat bibir terlihat kusam dan hitam.

      Kamu dapat melakukan scrub bibir melalui perawatan Fire and Ice Facial yang ada di JPP Skin Laser Klinik. Tidak hanya wajah menjadi lebih glowing, bibir kamu juga akan menjadi lebih cerah dan lembab.

      Kenali Tanda Skin Barrier Rusak

      Skin barrier adalah bagian kulit paling luar yang berfungsi menjaga kulit dari paparan radikal bebas yang dapat menyebabkan perubahan pada kulit. Penting untuk menjaga bagian kulit ini tetap sehat, salah satu caranya dengan menggunakan skincare untuk skin barrier.

      Pasalnya, kerusakan pada lapisan luar kulit ini dapat memicu gangguan pada kulit wajah secara menyeluruh. Yuk, simak cara mengenal kondisi skin barrier yang telah mengalami kerusakan di sini. Berikut adalah beberapa tanda skin barrier rusak:

      – Kulit mudah iritasi

      – Kulit yang gatal

      – Hiperpigmentasi.

      – Kulit kering dan kusam.

      – Rentan mengalami infeksi kulit.

      – Penyembuhan luka membutuhkan waktu yang cukup panjang.

      – Kemerahan.

      – Pori-pori semakin terlihat.

      – Sering berjerawat.

      Penyebab Skin Barrier Rusak

      Masalah fungsi lapisan pelindung kulit tentu tidak muncul begitu saja. Ada beberapa penyebab yang membuatnya rusak. Berikut beberapa penyebab skin barrier rusak :

      1. Penggunaan sabun atau produk dengan kandungan bahan kimia yang keras untuk kulit, seperti sodium lauryl sulfate (SLS), alkohol, dan pewangi

      2. Paparan bahan pemicu alergi (alergen), penyebab iritasi (iritan), polusi, dan sinar UV

      3. Pengelupasan kulit (eksfoliasi) secara berlebihan

      4. Kondisi udara yang terlalu kering, misalnya karena seharian berada di dalam ruangan ber-AC

      5. Tidak rutin mengoleskan losion atau pelembab kulit

      6. Gaya hidup tidak sehat, seperti mengonsumsi makanan tinggi gula, merokok, dan konsumsi alkohol berlebihan

      Selain itu, penyakit-penyakit kulit, seperti eksimpsoriasis, dan rosacea, juga bisa menjadi penyebab rusaknya skin barrier.

      Cara Memperbaiki Skin Barrier Yang Rusak

      1. Gunakan sabun berbahan lembut

      Kebanyakan sabun mandi mengandung sodium lauryl sulfate (SLS) atau surfaktan. Senyawa ini sebenarnya berfungsi untuk membersihkan kotoran di kulit. Namun, surfaktan termasuk bahan kimia keras yang bisa merusak skin barrier dan membuat kulit kering.

      Cara memperbaiki skin barrier yang rusak karena hal tersebut adalah mengganti sabun mandi kamu dengan sabun yang mengandung bahan alami, seperti cocoa butter, minyak zaitun, aloe vera, atau jojoba. Selain itu, kamu juga dapat menggunakan sabun yang mengandung gliserin untuk melembapkan kulit.

      2. Lakukan eksfoliasi secukupnya

      Eksfoliasi merupakan perawatan kulit yang dilakukan untuk mengangkat sel-sel kulit mati di permukaan kulit. Tujuannya adalah agar sel-sel kulit yang telah mati dapat digantikan dengan sel-sel kulit yang baru dan sehat.

      Seperti telah disebutkan sebelumnya, eksfoliasi yang dilakukan secara berlebihan atau terlalu sering dapat merusak skin barrier, bahkan bisa melukai kulit. Namun, eksfoliasi juga perlu dilakukan, karena sel-sel kulit mati yang menumpuk di permukaan kulit bisa membuat kulit kusam dan kasar, serta menyumbat pori-pori. Jadi, lakukanlah eksfoliasi secukupnya sebanyak 2-3 kali dalam seminggu.

      3. Lindungi kulit dari sinar matahari

      Melindungi kulit dari sinar matahari dapat dilakukan dengan menggunakan tabir surya atau losion yang diperkaya SPF atau UV filter saat beraktivitas di luar ruangan pada siang hari. Ini adalah cara memperbaiki skin barrier yang penting karena dapat melindungi kulit dari sinar UV yang berdampak buruk pada skin barrier.

      Selain itu, sebisa mungkin hindari beraktivitas lama di bawah terik matahari. Bila memang harus, kenakan topi, payung, atau baju lengan panjang untuk melindungi kulit dari paparan sinar matahari.

      4. Sederhanakan rutinitas perawatan kulit

      Terlalu banyak memakai produk skincare dengan beragam kandungan bahan aktif justru bisa menyebabkan iritasi dan merusak skin barrier. Jadi, cobalah bertanya kepada dokter mengenai produk mana yang cocok dengan jenis kulit kamu.

      5. Gunakan bahan skincare yang memperkuat skin barrier

      Untuk membantu proses perbaikan skin barrier oleh tubuh, kamu dapat menggunakan produk skincare dengan kandungan hyaluronic acid, ceramide, squalane, centella asiatica, peptide. Bahan-bahan tersebut efektif untuk memulihkan skin barrier.

      6. Terapkan gaya hidup sehat

      Karena gaya hidup juga ikut berpengaruh kepada kondisi skin barrier, maka kamu juga harus mengubahnya agar menjadi lebih sehat. Ubah pola makan jadi lebih sehat dengan konsumsi makanan kaya nutrisi, rendah gula, dan tinggi serat. Selain itu, berhenti merokok dan konsumsi alkohol, tidur yang cukup 7-9 jam sehari, dan rutin berolahraga.

      7. Lakukan perawatan skin booster

      Pada dasarnya, skin booster adalah tindakan perawatan kulit melalui suntikan yang bertujuan untuk menghidarasi kulit sekaligus menutrisi kulit agar lebih sehat, halus, lembut, dan bercahaya. Beberapa perawatan yang dapat kamu lakukan di JPP skin laser klinik, yang bermanfaat untuk memperbaiki skin barier yang rusak, yaitu :

      Profhilo Injection

      Beauty Glow Injection

      Baca juga : Lagi ngetren, apa sih manfaat DNA Salom untuk kulit?

      Ultra Skin Tightening

      Baca juga : https://www.sylfirm-x.com/

      Untuk penjelasan lebih lengkap, kamu bisa langsung berkonsultasi dengan dokter kami di JPP Skin Laser Klinik yang ada di kota kamu.

      Panduan Memakai Retinol Bagi Pemula

      Retinol adalah salah satu bentuk dari vitamin A yang dapat ditemukan dalam makanan dan sering digunakan dalam produk perawatan kulit wajah, terutama yang bertujuan sebagai anti penuan atau anti-aging. Manfaat retinol adalah dapat membantu memperbaiki kerusakan kulit serta mengurangi tanda-tanda penuaan, seperti kerutan dan garis halus.

      Selain itu, fungsi retinol untuk wajah juga dapat membantu mengatasi masalah kulit, seperti jerawat dan hiperpigmentasi. Namun, perlu diingat bahwa penggunaan retinol perlu dilakukan dengan hati-hati karena bisa menyebabkan iritasi kulit dan sebaiknya dihindari selama masa kehamilan dan menyusui.

      Mari simak lebih lanjut mengenai manfaat retinol dan cara menggunakan retinol untuk pemula dengan aman melalui ulasan di bawah ini.

      Apa itu Retinol?

      Retinol adalah salah satu jenis retinoid, yaitu turunan vitamin A. Kandungan ini dikenal memiliki berbagai manfaat untuk kecantikan, mulai dari menunda tanda penuaan hingga meratakan warna kulit. Bahkan, manfaat retinol bisa didapatkan dengan cepat jika penggunaannya dilakukan secara tepat.

      Retinol kerap digunakan sebagai bahan aktif dalam produk perawatan kulit. Konsentrasi retinol dalam produk perawatan cukup beragam, mulai dari 0,01–3%. Produk retinol dengan konsentrasi rendah biasanya dapat dibeli tanpa resep dokter di toko kosmetik atau apotek. Jenis retinol yang bisa didapatkan secara bebas di toko atau apotek adalah adapalene, retinaldehyde, dan retinyl palmitate. Sedangkan, jenis retinol seperti isotretinoin, tazarotene, tretinoin harus menggunakan resep dokter karena memiliki efek samping kuat pada kulit.

      Baca juga : https://www.google.co.id/url?q=https://journal-jps.com/new/index.php/jps/article/download/15/36&sa=U&ved=2ahUKEwj5irLxo4-GAxVQ8DgGHcsuCxYQFnoECAcQAg&usg=AOvVaw01b0E2Cci9pdNhSgz06O0a

      Manfaat Retinol

      Retinol adalah bahan aktif skincare yang terkenal akan keampuhannya dalam mencegah dan mengatasi tanda-tanda penuaan. Namun, tak hanya itu saja, retinol masih memiliki berbagai manfaat lainnya untuk kulit. Berikut penjelasan lengkap mengenai manfaat retinol untuk wajah dan kulit.

      1. Menunda Tanda Penuaan

      Kulit memerlukan kolagen agar kepadatan dan elastisitasnya terjaga. Sayangnya, produksi kolagen akan mengalami penurunan seiring bertambahnya usia. Dalam hal ini, fungsi retinol adalah meningkatkan produksi kolagen, sehingga memperlambat timbulnya tanda-tanda penuaan. Selain itu, retinol juga bekerja dengan menghalau paparan sinar UV yang berlebihan pada wajah, sehingga diyakini bisa membantu memudarkan flek hitam di wajah akibat penuaan dan mengurangi actinic keratosis, yaitu bintik kulit yang dapat memicu kanker.

      Baca juga : Apa Saja Tanda Penuaan Dini?

      2. Mengatasi Jerawat

      Manfaat retinol untuk wajah berikutnya adalah bisa mengatasi masalah jerawat sedang hingga parah. Bahan aktif ini memiliki kemampuan untuk membersihkan tumpukan minyak, keringat, sisa make up, dan kotoran yang kerap menyumbat pori-pori dan menyebabkan timbulnya jerawat. Menggunakan retinol secara rutin sebagai skincare harian dapat membantu menjaga pori-pori tetap bersih dan mengontrol produksi minyak berlebih di wajah, sehingga kemunculan jerawat bisa dicegah.

      3. Mengurangi Hiperpigmentasi

      Manfaat lain dari retinol adalah mengurangi hiperpigmentasi yang menyebabkan warna kulit tidak merata. Hiperpigmentasi sendiri merupakan kondisi munculnya bercak gelap pada kulit yang umumnya dipicu oleh paparan sinar matahari terlalu lama atau bekas jerawat yang tak kunjung pudar. Jika kamu mengalami masalah tersebut, maka menggunakan produk skincare retinol adalah salah satu solusinya. Retinol dapat mempercepat regenerasi kulit dan menghambat produksi melanin, sehingga warna kulit akan kembali merata. Dengan begitu, kamu akan tampil lebih percaya diri.

      4. Melembapkan dan Memperbaiki Tekstur Kulit

      Siklus regenerasi kulit secara alami biasanya membutuhkan waktu hingga 3–4 minggu, dan akan semakin lama seiring bertambahnya usia. Akibatnya, kulit lebih mudah menjadi kering dan kasar. Dalam hal ini, penggunaan retinol akan bermanfaat mempercepat regenerasi kulit, sehingga wajah selalu tampak cerah dan sehat. Bahan aktif ini juga mampu meningkatkan kelembapan kulit dan membuatnya terasa lebih halus.

      5. Mengobati Rosacea

      Rosacea adalah masalah kulit yang ditandai dengan kemerahan pada kulit. Retinol dapat membantu mengobati rosacea dengan cara membuat aliran darah lebih lancar, sehingga kulit lebih sehat. Namun, penggunaan retinol untuk mengatasi masalah kulit ini perlu dilakukan secara perlahan, yaitu 1–2 kali seminggu. Anda disarankan berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter sebelum mencoba manfaat retinol yang satu ini.

      Panduan Penggunaan Retinol Bagi Pemula

      • Pilihlah produk dengan konsentrasi retinol terendah
        Bila memiliki kulit sensitif atau baru pertama kali mencoba produk berbahan retinol, disarankan memakai retinol dengan konsentrasi rendah, yaitu 0,01%. Tujuannya adalah agar kulit kamu bisa beradaptasi dahulu dengan kandungan retinol dalam skincare yang digunakan. Setelah menggunakan retinol selama 2 minggu dan kulit tidak menunjukkan gejala iritasi, kamu bisa menaikkan konsentrasi retinol secara bertahap menjadi 0,25%, lalu 0,5% pada 2 minggu berikutnya.
      • Perhatikan intensitas pakainya
        Untuk pemula, hindari langsung menggunakan retinol setiap hari. Cukup gunakan 1–2 kali saja dalam seminggu. Jika tidak mengalami efek samping setelah 2 minggu pemakaian, kamu bisa menggunakannya lebih sering, yaitu 3–4 kali seminggu.
      • Gunakan pada malam hari
        Produk skincare yang mengandung retinol dianjurkan untuk digunakan pada malam hari. Alasannya, karena retinol bisa menyebabkan kulit lebih sensitif terhadap sinar matahari. Artinya, kulit jadi lebih mudah merah dan terbakar ketika terkena sinar matahari. Untuk meminimalkan risiko tersebut, kamu perlu mengoleskan tabir surya dengan SPF minimal 30 ketika akan beraktivitas di luar ruangan. Selain itu, kamu juga sebaiknya menggunakan topi yang bisa menghalau paparan sinar matahari langsung ke kulit wajah.
      • Bersihkan wajah sebelum pakai retinol
        Sebelum mengoleskan retinol ke kulit, bersihkan dahulu wajah menggunakan sabun pembersih wajah. Setelah itu, keringkan menggunakan handuk dengan cara ditepuk-tepuk. Jangan langsung mengoleskan retinol ke kulit yang masih basah karena bisa menyebabkan iritasi. Agar lebih aman, berikan jeda setidaknya 30 menit setelah cuci muka, sebelum mengoleskan retinol.
      • Oleskan retinol secara tipis
        Setelah wajah kering, kamu bisa mengoleskan krim atau serum retinol secara tipis ke kulit wajah. Cukup gunakan sedikit krim atau serum ini, kira-kira sebesar biji kacang, untuk seluruh wajah. Hindari mengoleskannya ke area sekitar mulut, mata, dan sudut hidung.
      • Gunakan pelembap setelah menggunakan retinol
        Selama penggunaan retinol, dianjurkan untuk menggunakan pelembap agar kulit tidak kering. Pelembap bisa digunakan setelah mengoleskan retinol atau sesuai aturan pakai yang tertulis pada kemasan produk pelembap.
      • Hindari pemakaian retinol bersamaan dengan bahan peeling
        Selama menggunakan retinol, hindari melakukan perawatan pengelupasan kulit mati, seperti scrub, peeling, atau mikrodermabrasi. Hindari juga menggunakan produk skincare lain dengan bahan yang bisa membuat kulit terkelupas, misalnya AHA (alpha-hydroxy acid), BHA (beta-hydroxy acid), asam salisiliat, dan vitamin C. Perawatan dan penggunaan bahan-bahan tersebut bersama retinol bisa menyebabkan kulit iritasi, luka, atau mengalami breakout. Jadi, sewaktu melakukan perawatan kulit di rumah sakit atau klinik kecantikan, jangan lupa memberi tahu dokter bila sedang menggunakan retinol.

      Itulah cara pakai retinol yang benar dan harus diketahui oleh para pemula. Bila digunakan dengan tepat, retinol dapat membuat kulit wajah menjadi mulus, cerah, serta tampak lebih muda, sementara risiko terjadinya iritasi dan efek samping lain bisa diminimalkan.

      Komedo dan Cara Menghilangkan

      Komedo di hidung, baik yang berjenis blackhead maupun whitehead, kerap dinilai mengganggu penampilan. Tak heran apabila banyak orang ingin mengetahui bagaimana cara menghilangkan komedo di hidung yang efektif agar kulit wajah tampak lebih bersih dan sehat. Komedo sendiri adalah benjolan kecil yang muncul di pori-pori kulit dan seringnya terjadi di hidung atau area kulit sekitarnya. Sebagai salah satu jenis jerawat, komedo dapat menyebabkan terbentuknya jerawat yang ukurannya lebih besar. Sebelum hal tersebut terjadi, mari simak cara mengatasi komedo di hidung melalui artikel berikut ini.


      Penyebab Komedo

      Komedo terbentuk ketika sel kulit mati dan minyak menumpuk dan menyumbat pori-pori kulit. Sumbatan tersebut berasal dari penumpukan minyak, bakteri, atau sel kulit mati yang dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari stres, hormon, hingga penggunaan skincare yang tidak sesuai dengan jenis kulit. Meski begitu, minyak alami kulit menjadi salah satu antipenuaan alami yang dapat mempertahankan elastisitas wajah.

      Komedo terbagi menjadi dua jenis, yaitu jenis komedo terbuka (blackhead) dan jenis komedo tertutup (whitehead). Blackhead terjadi ketika minyak masuk ke dalam pori-pori yang terbuka kemudian bercampur dengan sel kulit mati dan keringat hingga akhirnya menyumbat pori-pori. Sumbatan tersebut terpapar udara, teroksidasi, dan akhirnya mengalami perubahan warna menjadi gelap.

      Sementara itu, whitehead merupakan komedo pada pori-pori kulit yang telah tertutup, sehingga warnanya tetap terang karena tidak terkena paparan udara dan teroksidasi. Whitehead tidak menimbulkan nyeri. Warnanya seperti warna kulit sekitarnya atau bahkan lebih terang. Perlu diketahui, baik blackhead maupun whitehead dapat berkembang menjadi jerawat yang memerah dan nyeri apabila mengalami peradangan.

      Baca juga https://www.health.com/comedo-7965276

      Cara Menghilangkan Komedo

      Terdapat beberapa cara membersihkan komedo di hidung yang bisa dicoba agar kulit wajah menjadi lebih bersih sekaligus terjaga kesehatannya. Apa saja cara-cara yang dimaksud? Berikut penjelasan selengkapnya.

      1. Mencuci Muka dengan Rutin
      Cara menghilangkan komedo di hidung yang pertama adalah membersihkan muka secara teratur. Seseorang disarankan mencuci muka di pagi hari ketika bangun tidur dan malam hari setelah menjalani aktivitas seharian untuk membersihkan bakteri dan kotoran yang menempel.

      Rajin mencuci muka juga bermanfaat untuk mengatasi kulit kusam. Namun, pastikan untuk memilih sabun cuci muka yang sesuai dengan jenis kulit untuk mencegah iritasi atau munculnya jerawat. Hindari mencuci muka terlalu sering karena hal tersebut justru memberikan dampak yang kurang baik. Lapisan kulit akan menipis dan menyebabkan peningkatan produksi minyak alami yang dapat menumpuk pada pori-pori dan membuat komedo semakin banyak.

      2. Produk Penghilang Komedo

      Saat ini beragam produk untuk menghilangkan komedo mudah ditemukan dan banyak beredar di pasaran, baik yang berbentuk gel, krim, hingga plester yang langsung ditempel di kulit. Meski demikian, sebelum menggunakan produk penghilang komedo tertentu, pastikan produk tersebut telah terdaftar di BPOM dan gunakan sesuai petunjuk pemakaian.

      3. Eksfoliasi Wajah

      Merupakan cara menghilangkan komedo di hidung dan dagu yang dinilai cukup efektif. Eksfoliasi sendiri adalah perawatan untuk mengangkat sel kulit mati. Terdapat dua jenis eksfoliasi, yaitu physical dan chemical. Physical exfoliation atau eksfoliasi fisik dilakukan menggunakan scrub. Namun, tidak semua kulit cocok dengan produk yang satu ini, terutama kulit sensitif. Maka dari itu, disarankan menggunakan scrub maksimal 1–2 kali seminggu. Jangan lupa untuk menggunakan pelembab setelahnya guna menghindari iritasi kulit.

      Sementara itu, chemical exfoliation atau eksfoliasi kimia merupakan cara eksfoliasi menggunakan bahan-bahan kimia, seperti AHA, BHA, dan PHA, untuk mengangkat sel-sel kulit mati dan mencegah minyak berlebih serta kotoran yang dapat menyumbat pori-pori. Eksfoliasi kimia dilakukan setidaknya 1 minggu sekali, namun lebih baik untuk berkonsultasi ke dokter terlebih dahulu. Bila dilakukan terlalu sering atau dalam konsentrasi yang terlalu tinggi, hal tersebut berisiko menyebabkan iritasi. Selain menghilangkan komedo, eksfoliasi wajah juga bermanfaat untuk mencerahkan kulit. Namun, pastikan produk yang digunakan telah sesuai dengan jenis kulit untuk mencegah terjadinya breakout atau masalah kulit lainnya.

      4. Aqua Derma Facial

      Merupakan perawatan yang berfungsi untuk mengangkat sel kulit mati, minyak di pori-pori serta membersihkan komedo dengan 2 cara, yaitu menggunakan alat khusus bernama loop extractor untuk menghilangkan komedo secara manual dan menggunakan suction yang dapat menyedot komedo, sehingga kulit wajah menjadi lebih halus dan cerah.

      Baca juga : Aqua Derma Facial : Perawatan Facial Teknologi Canggih

      5. Terapi Laser

      Terapi laser adalah cara menghilangkan komedo di hidung yang dilakukan menggunakan sinar cahaya intens untuk membunuh bakteri dan mengurangi produksi minyak. Sinar cahaya pada terapi laser dapat menembus bagian bawah permukaan kulit tanpa menimbulkan efek samping.