Article

7 Jenis Jerawat dan Penanganannya

Jerawat merupakan salah satu masalah kulit yang seringkali kita jumpai di masa-masa pubertas, terutama saat perubahan hormon di dalam tubuh sedang aktif-aktifnya. Jerawat sendiri pastilah menjadi salah satu penyebab mengapa kita kehilangan kepercayaan diri saat mengunakan riasan atau bahkan berjalan di tengah keramaian. Beberapa kebiasaan seperti menggunakan produk pembersih wajah yang tidak cocok dengan jenis kulit, membiarkan riasan menempel di wajah sampai terbawa tidur atau karena perubahan hormon di usia remaja terkadang menyebabkan jerawat menjadi lebih mudah muncul dan tidak sedikit yang meninggalkan bekas seperti noda hitam atau flek di kulit.

Jenis-jenis jerawat ternyata berbeda, maka cara mengatasi jerawat juga harus sesuai agar masalah teratasi. Biasanya, jerawat muncul karena tersumbatnya pori-pori oleh minyak berlebih, sel kulit mati, kotoran, dan sebagainya. Banyak faktor penyebab juga membuat jerawat yang timbul pada wajah atau tubuh kita berbeda-beda bentuknya. Karena itu, cara mengatasi jerawat juga harus disesuaikan agar masalah bisa teratasi secara tepat. Apa saja jenis jerawat yang umumnya muncul dan bagaimana cara mengatasi jerawat dengan tepat?

Baca juga : Kenali 4 Makanan Pemicu Jerawat

Jenis Jerawat dan Cara Mengatasinya

1. Jerawat Blackheads

Blackheads atau komedo berwarna hitam ini sebenarnya salah satu jenis jerawat. Jenis ini biasanya muncul di sekitar hidung. Blackheads muncul karena tersumbatnya pori-pori oleh minyak berlebih. Sebagian orang mungkin tidak peduli dengan kehadiran blackheads, tetapi kalau dibiarkan dapat menimbulkan masalah baru untuk wajah untuk mengatasi blackheads ini, kamu bisa menggunakan krim wajah dengan kandungan asam salisilat, benzoyl peroxide, dan resorsinol. Bahan-bahan ini berguna untuk membunuh bakteri penyebab komedo, mengurangi minyak berlebih, dan mengangkat sel kulit mati.

2. Jerawat Whiteheads

Whiteheads atau komedo berwarna putih ini juga merupakan jerawat sering muncul di wajah. Whiteheads muncul karena tersumbatnya pori-pori dan menutupi seluruh permukaan sehingga terlihat benjolan putih. Untuk mengatasinya, kamu bisa menggunakan produk dengan kandungan AHA, retinoid, benzoyl peroxide, dan asam salisilat yang berfungsi untuk mengangkat sel kulit mati, membunuh bakteri, dan mengurangi peradangan pada area komedo.

3. Jerawat Pustula

Jerawat pustula adalah jerawat dengan cairan nanah di dalamnya. Jerawat ini berukuran lebih besar dari komedo putih dan dikelilingi kemerahan. Jerawat ini biasanya muncul di area yang mudah berminyak, seperti wajah, punggung, dan dada. Jerawat ini paling sering menyerang saat usia remaja.

Menurut American Academy of Dermatology, cara mengatasi jerawat pustula ini dengan sabun cuci muka yang memiliki kandungan benzoyl peroxide dan asam salisilat. Benzoyl peroxide berfungsi untuk membunuh bakteri penyebab jerawat dan asam salisilat untuk membersihkan sel kulit mati pada wajah.

4. Jerawat Papula

Jerawat jenis papula muncul dengan bentuk benjolan di bawah permukaan kulit. Apabila jerawat ini disentuh, akan terasa nyeri. Kulit di sekitar jerawat papula ini akan kemerahan namun tidak ada nanah di puncaknya. Jerawat papula bisa muncul karena komedo hitam dan putih yang dibiarkan, sehingga menjadi iritasi dan merusak kulit sekitarnya, kemudian berubah menjadi peradangan.

Cara mengatasi jerawat ini adalah gunakan produk yang mengandung asam salisilat dan benzoyl peroxide. Selain itu, pilih produk dengan kandungan retinoid karena mampu membantu memulihkan sel kulit yang rusak.

5. Jerawat Kistik

Jenis jerawat ini biasanya kita kenal dengan nama jerawat batu. Jerawat batu biasanya berbentuk benjolan merah, cukup besar, dan keras. Jerawat kistik ini muncul karena penumpukan minyak dan sel kulit mati di jaringan kulit bagian dalam. Jenis jerawat ini adalah jerawat yang parah.

Untuk mengatasi jenis jerawat ini, selain menggunakan produk yang mengandung benzoyl peroxide dan retinoid, gunakan produk isotretinoin. Isotretinoin merupakan obat yang memang ditujukan untuk jerawat batu. Namun, penggunaannya harus dalam pengawasan dokter.

6. Jerawat Nodul

Jenis jerawat ini termasuk ke dalam kondisi jerawat yang parah dan tidak bisa diobati dengan obat bebas. Jerawat ini muncul dapat disebabkan oleh faktor keturunan dan hormon yang tidak seimbang. Jerawat nodul berbentuk besar, keras, terasa sakit, dan muncul di bawah permukaan kulit. Jenis jerawat nodul ini dapat bertahan berminggu-minggu bahkan lebih. Jerawat ini seringkali muncul pada remaja laki-laki saat masa pubertas. Meskipun semua orang juga dapat mengalami masalah ini.

Cara mengatasi jerawat ini adalah memeriksakannya ke dokter kulit agar diberikan antibiotik dan obat lainnya. Karena pengobatan tanpa resep dokter tidak bisa mengatasi masalah jerawat yang satu ini.

7. Jerawat Mekanika

Jenis jerawat mekanika ini biasanya dialami oleh para atlet. Biasanya, jerawat ini juga muncul di bagian tubuh lainnya selain wajah, seperti punggung dan dada. Jerawat ini muncul karena adanya tekanan, suhu panas, dan gesekan di suatu area. Umumnya atlet menggunakan pakaian yang ketat dan berbagai perlengkapan olahraga lainnya. Pakaian yang ketat ini yang menimbulkan banyaknya keringat dan menimbulkan jerawat mekanika.

Kamu bisa mengatasi jerawat ini di rumah. Cara mengatasi jerawat ini adalah menggunakan produk dengan kandungan asam salisilat dan benzoyl peroxide. Selain itu, perhatikan bahan pakaian yang kamu gunakan. Pilihlah bahan yang mudah menyerap keringat seperti katun.

Baca juga : https://www.nhs.uk/conditions/acne/

Menjaga pola hidup sehat termasuk tidur cukup, makanan sehat, dan rutin berolahraga dapat membantu meningkatkan kesehatan kulit secara keseluruhan. Kamu juga dapat melakukan perawatan kulit di JPP Klinik untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut seperti facial, perawatan laser, peeling acne, dan messo acne. Segera konsultasikan masalah kulitmu sekarang juga.