Article

5 Masalah Kulit pada Remaja

Ketika memasuki masa pubertas, mulai banyak perubahan yang terjadi pada tubuh remaja. Hal ini dapat dipengaruhi oleh lonjakan hormon yang menyebabkan berbagai perubahan tersebut, termasuk timbulnya masalah kulit. Masalah kulit adalah hal yang umum dirasakan para remaja. Bahkan, beberapa di antaranya adalah hal yang normal terjadi saat memasuki masa pubertas. Tapi, hal ini tetap dapat membuat mereka merasa malu dan tidak percaya diri.

Baca juga : https://www.sandstonecare.com/blog/questions-teenage-hormones-sexuality/

Berikut ini beberapa jenis masalah kulit remaja yang perlu diketahui:

1. Jerawat

Rasanya, hampir semua remaja pernah mengalami masalah kulit yang menyebalkan ini, ya! Jerawat sendiri adalah salah satu masalah yang kerap bikin panik karena mengganggu penampilan. Biasanya jerawat muncul di wajah, leher, punggung, dada, dan bahu. Namun, area yang paling umum dihinggapipi adalah pipi dan dahi.
Di masa pubertas, terjadi lonjakan hormon seks (androgen) yang membuat kelenjar minyak di wajah menjadi lebih aktif, sehingga menghasilkan sebum terlalu banyak. Sebum yang berlebih membuat pori-pori gampang tersumbat. Ditambah lagi, dengan menempelnya debu, kotoran, dan bahkan bakteri akan menimbulkan reaksi peradangan pada kulit yang kemudian menjadi jerawat. Bentuk jerawat bisa berupa komedo terbuka, tertutup, jerawat dengan nanah, maupun jerawat kistik.

Apa sih, solusi ampuh atasi jerawat? Krim atau losion obat yang mengandung asam salisil atau benzoil peroksida dapat membantu mengurangi jerawat. Selain itu, dapat juga dilakukan perawatan hydrofacial dan laser yang dapat membantu membersihkan kotoran, sel kulit mati, serta membunuh bakteri penyebab jerawat. Untuk lebih jelasnya, kamu dapat berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter kami yang ada di JPP Klinik.

Baca juga : 7 Jenis Jerawat dan Penanganannya

Agar jerawat tidak parah dan datang lagi, cuci muka dua kali sehari dengan pembersih wajah yang lembut dan sesuai jenis kulit. Pilih juga produk skin care dan makeup yang non-komedogenik (tidak menyebabkan sumbatan pada pori-pori kulit).

2. Kulit Berminyak

Seperti penjelasan di atas, kulit berminyak saat remaja terjadi karena ada lonjakan hormon. Tapi, bukan berarti memiliki kulit berminyak akan pasti berjerawat, ya. Remaja yang kulitnya berminyak dan tidak berjerawat bisa mengurangi kelebihan produksi minyaknya untuk sementara waktu dengan berbagai produk perawatan kulit.
Ada beberapa rekomendasi bahan skincare yang dapat digunakan untuk kamu yang memiliki kulit berminyak, seperti asam glikolat, niacinamide, retinol, salycil acid, dimethicone.

Baca juga : Mengenali Jenis Kulit Wajah Kita

3. Kulit Kusam

Masalah kulit wajah remaja yang sering dikeluhkan adalah kulit wajah yang tampak kusam. Ada banyak penyebab kulit wajah kusam, misalnya kondisi kulit yang kering dan dehidrasi, menumpuknya sel kulit mati karena jarang melakukan pembersihan wajah, serta paparan asap rokok dan sinar matahari yang berlebihan.

Untuk mengatasi kulit kusam bisa dengan membersihkan wajah secara rutin dan melakukan eksfoliasi setidaknya 1-2 kali dalam seminggu untuk mengangkat sel-sel kulit mati di wajah. Sebagai penunjang, mengatasi kulit kusam juga bisa dengan menggunakan serum yang berfungsi untuk mencerahkan dan menghidrasi, misalnya serum vitamin C dan niacinamide, serta menggunakan pelembap dan tabir surya. Selain itu, kamu bisa melakukan perawatan hydrofacial untuk membersihkan wajah lebih mendalam.

Baca juga : Aqua Derma Facial : Perawatan Facial Teknologi Canggih

4. Keringat Berlebih dan Bau Badan

Selain kelenjar minyak, yang juga bereaksi terhadap peningkatan hormon seks adalah kelenjar keringat. Remaja biasanya menunjukkan tanda-tanda keringat berlebih di telapak tangan, telapak kaki, di kulit kepala, di bawah lengan, atau bahkan wajah. Sedangkan, bau badan sering terjadi ketika tubuh berkeringat, sehingga memicu pertumbuhan bakteri.

Kalau banyak berkeringat dan bau badan begini, pasti sangat mengganggu dan bikin nggak PD, kan? Kamu bisa mengenakan pakaian yang ringan dan berbahan katun. Kain katun akan membantu menyerap keringat dan membuat kulit lebih mudah bernapas. Untuk keringat berlebih di telapak kaki, alas kaki yang digunakan harus benar-benar kering sebelum digunakan. Mandi dua kali sehari dengan sabun yang melembapkan kulit juga bisa membantu mengurangi produksi keringat yang berlebih dan bau badan. Selain itu, perawatan laser juga dapat membantu mengurangi produksi minyak berlebih, sehingga dapat membantu mengurangi bau badan. Kamu dapat melakukan perawatan ini di JPP Klinik.

5. Rambut Tumbuh Berlebihan pada Tubuh

Saat remaja mencapai pubertas, rambut yang tumbuh dapat menjadi perhatian utama. Perubahan hormon dapat menyebabkan pertumbuhan rambut yang berlebihan pada beberapa remaja. Kondisi kulit remaja seperti ini mungkin perlu perawatan khusus.

Sayangnya, tidak banyak yang bisa dilakukan untuk mencegah pertumbuhan rambut di seluruh tubuh. Ada metode yang bisa dilakukan sendiri di rumah, seperti waxing, epilator atau krim penghilang rambut. Namun, ada juga metode yang lebih efektif untuk menghilangkan rambut dengan peratan laser.

Baca juga : Laser Hair Removal Vs Waxing : Mana Lebih Baik?

Itulah beberapa masalah kulit yang sering dialami remaja. Ikuti cara-cara mengatasinya seperti yang sudah disebutkan di atas. Namun, harus diikuti dengan makan makanan sehat, olahraga teratur, dan tidur cukup agar keluhan dapat dicegah dan tidak jadi parah.